Dinginnya Malam Sepi

Aku dalam kesendirian, hening, di malam yang dingin.

menyepi seorang diri, hanya aku sendiri.

Sepinya malam semakin membuatku merasa kesepian,

meski ada orang-orang disekeliling.

dan aku berdiri ditengah malam yang dingin.

berkeliling, mengelilingi dingin dan sepinya malam ku sendiri.

Di tengah malam yang dingin, ku melihat sebinar cahaya kecil

dalam hati ku menggumam…hemmmmmmmm,,,

apakah cahaya itu, cahaya orang yang datang untuk menghampiriku dan menemani malam yang sepi dan dingin ini.

semakin mendekat cahaya itu, semakin hati ini berkata.

Mungkinkah ada orang yang datang dan menemaniku

di malam yang sunyi dan dingin ini.

dan cahaya itu semakin mendekat, dan mendekat.

dalam hatiku bertanya kembali, mungkinkah itu orang yang datang dan mau menemaniku di malam yang sunyi dan dingin ini.

mataku semakin berat bagai lampu yang dayanya menurun karena larut dan dinginnya malamku.

seketika aku mencoba membuka mataku dengan paksa seolah-olah bagai mendongkrak beratnya malam yang dingin dan sepi.

dan aku tersentak, ketika cahaya itu sudah didepan mata

mengapa tidak, ternyata itu hanya cahaya sepasang kunang-kunang yang lagi berkeliling ditengah malam yang dingin dan sepi.

ku usap mata ini, meyakinkan apakah ini benar,,,,,,

setelah mata benar-benar sadar,,ternyata benar itu hanya cahaya sepasang kunang-kunang yang lagi berkeliling ditengah malam yang dingin dan sepi…

seketika itu, sirnalah harapan ku….dan benar tidak ada yang datang

dan aku tetap sendiri menikmati larutnya malam yang dingin dan sepi.

BY. Uwel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s